UNTUK KEPERLUAN HAK CIPTA, YANG TERDAPAT DALAM BLOG INI HANYA BERUPA PROPOSAL PENELITIAN. UNTUK MENGETAHUI HASIL LENGKAP SKRIPSI INI SILAKAN BACA DI PERPUS UNIVERSITAS NEGERI MALANG ATAU MENGHUBUNGI ALAMAT EMAIL nurfidayat16@gmail.com DAN sitirohanah
Diambil dari Skripsi Siti Rohana (2016) Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Malang. Skripsi ini merupakan jenis PTK terbaik yang memaparkan data sesuai nafas kualitatif.
PENERAPAN MODEL QUANTUM TEACHING PADA PEMBELAJARAN PKN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SDN PUNGGING PASURUAN
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Pendekatan Penelitian
Jenis
penelitian yang akan dilakukan merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan
menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian tindakan termasuk
dalam rumpun penelitian kualitatif-interaktif (Akbar, 2009:102). Kusumah dan
Dwitagama (2010) mengatakan bahwa penelitian tindakan termasuk penelitian
kualitatif walaupun data yang dikumpulkan bisa saja bersifat kuantitatif.
Menurut McNiff (1992) dalam Kusumah dan Dwitagama (2010) memandang hakikat PTK
adalah sebagai bentuk penelitian reflektif yang dilakukan oleh guru sendiri
yang hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai alat pengembangan keahlian mengajar.
Dari
pendapat beberapa ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan
kelas merupakan penelitian refleksi diri yang dilakukan oleh pendidik dalam
situasi sosial. Penelitian tindakan kelas bertujuan memperbaiki dan atau untuk
meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar siswa dengan
menerapkan tindakan-tindakan tertentu.
Penelitian tindakan kelas (PTK) ini
dilaksanakan dalam 2 siklus, hal ini berdasarkan keterbatasan penelitian pada mata
pelajaran PKn yaitu Standar Kompetensi (SK) 3. Mengenal sistem pemerintahan
tingkat pusat, Kompetensi Dasar (KD) 3.2 Menyebutkan organisasi pemerintahan
tingkat pusat, seperti Presiden, Wakil Presiden dan para Menteri. Indikator
pada siklus I yaitu: (a) menuliskan tugas Presiden, (b) menuliskan tugas Wakil
Presiden, (c) membuat bagan organisasi pemerintahan pusat, dan (d) menuliskan
nama Presiden Republik Indonesia. Indikator pada siklus II yaitu: (a)
menuliskan menteri dalam pemerintahan pusat, (b) menuliskan menteri
koordinator, (c) menuliskan menteri departemen, (d) menuliskan menteri negara,
dan (e) membuat bagan kabinet kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla.
B. Kehadiran dan Peran Peneliti di Lapangan
Kehadiran peneliti di lapangan, sebagai
instrumen utama dalam penelitian ini. Kehadiran peneliti berperan mengamati
secara partisipatif untuk mengumpulkan data penelitian. Kondisi tersebut,
memerlukan sasaran penelitian yang menjadi objek penelitian. Oleh karena itu,
telah disepakati guru kelas IV sebagai sasaran penelitian yang memerankan diri
sebagai pengajar yang menerapkan model Quantum
Teaching pada mata pelajaran PKn.
C. Kancah Penelitian
Penelitian
ini berada di kelas IV di SDN Pungging. SDN Pungging ini terletak di daerah pedesaan tepatnya yaitu
di Jalan Raya Pungging, Desa Pungging, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.
D. Subjek Penelitian
Dalam
penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah siswa SDN Pungging yang
duduk di kelas IV semester 2 pada tahun ajaran 2015/2016 dengan materi
organisasi pemerintahan pusat. Banyaknya siswa kelas IV yaitu 13 orang yang
terdiri dari 4 perempuan dan 9 laki-laki. Fokus penelitian ini pada penerapan
model pembelajaran Quantum Teaching untuk
meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.
E. Data dan Sumber Data
Jenis
data dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Data ini diperoleh
berdasarkan hasil observasi dan hasil belajar siswa kelas IV. Berikut ini
uraian penjelasan data dan sumber data.
1.
Data tentang penerapan model Quantum
Teaching pada pembelajaran PKn di kelas IV SDN Pungging Pasuruan, sumber
datanya yaitu aktivitas guru pada saat pembelajaran berlangsung.
2.
Data tentang aktivitas belajar siswa melalui penerapan model Quantum Teaching pada pembelajaran PKn
di kelas IV SDN Pungging Pasuruan, sumber datanya yaitu aktitivitas belajar
siswa.
3.
Data tentang hasil belajar siswa melalui penerapan model Quantum Teaching pada pembelajaran PKn di kelas IV SDN Pungging Pasuruan,
sumber datanya yaitu skor hasil tes soal evaluasi siswa.
F.
Pengumpulan Data
Pengumpulan
data dalam penelitian ini menggunakan cara sebagai berikut:
1.
Wawancara
Dalam penelitian ini wawancara dilakukan sebelum dan
sesudah dilakukan penetilian. Wawancara yang dilakukan peneliti merupakan
wawancara tidak terstruktur. Peneliti menyiapkan pedoman wawancara berupa
pertanyaan secara garis besar. Pedoman wawancara ini dikembangkan lagi ketika
di lapangan (instrumen dapat diperiksa pada lampiran 4 halaman
90). Langkah ini dilakukan untuk menghimpun data mengenai kondisi pembelajaran
di kelas IV SDN Pungging sebelum dan sesudah dilakukan tindakan.
2. Observasi
Penelitian
ini menggunakan observasi nonpartisipan yaitu peneliti tidak terlibat dan hanya
sebagai pengamat independen. Observasi digunakan untuk mengetahui bagaimana
aktivitas guru dalam menerapkan model Quantum
Teaching dan untuk mengetahui
bagaimana aktivitas belajar siswa kelas IV pada saat pembelajaran PKn berlangsung.
Dalam penelitian ini menggunakan observasi langsung. Observasi ini
dimaksudkan untuk mengetahui adanya kesesuaian antara perencanaan dengan
pelaksanaan tindakan yang dilakukan. Instrumen dapat diperiksa pada lampiran 1,
2 dan 3 pada halaman 85, 88, 90.
3. Tes
Pengumpulan
data hasil belajar siswa menggunakan tes dalam bentuk soal evaluasi. Tes ini
ditujukan kepada siswa kelas IV SDN Pungging setelah siswa mengikuti
pembelajaran. Jadi, dalam penelitian ini yang diukur adalah kemampuan kognitif
siswa pada mata pelajaran PKn tentang organisasi pemerintahan pusat. Dari hasil
tes akan diketahui tingkat pemahaman siswa tentang organisasi pemerintahan
pusat sesuai dengan tujuan pembelajaran.
4. Metode Dokumentasi
Dokumentasi
digunakan untuk mendokumentasikan data tentang
pembelajaran yang
menggambarkan kerangka TANDUR yang dipraktikkan
guru dalam
pembelajaran PKn. Dokumen berupa RPP dan data siswa. Peristiwa yang tampak dan
sesuai dengan fokus masalah penelitian ini, misalnya ketika guru menjelaskan
materi, siswa pada saat bermain kartu dan lainnya akan didokumentasikan dalam
bentuk printout foto.
G. Analisis Data, Evaluasi dan Refleksi
Data
atau informasi yang berhasil dikumpulkan selanjutnya diolah dan
dianalisis secara
deskriptif kualitatif. Analisis
deskriptif kualitatif digunakan untuk mengolah data hasil observasi aktivitas
guru dalam menerapkan model Quantum
Teaching, observasi aktivitas belajar siswa, dan data hasil tes. Semua data
dianalisis dengan analisis deskriptif kualitatif dengan tahapan: pemaparan
data, reduksi data, pengelompokkan sesuai fokus masalah.
Pemaparan data dilakukan dengan mendeskripsikan
bagaimana pembelajaran sebelum tindakan. Kemudian mendeskripsikan bagaimana
keterurutan dan kelengkapan kerangka TANDUR dalam pelaksanaan Quantum Teaching pada pembelajaran PKn
dan mendeskripsikan apakah semua jenis aktivitas belajar siswa dalam penelitian
ini sudah terlaksana atau belum. Data hasil belajar siswa juga dideskripsikan
berapa siswa yang nilainya sudah tuntas dan berapa siswa yang nilainya belum
tuntas. Analisis data ini dijadikan acuan untuk memperbaiki pembelajaran
selanjutnya.
H. Prosedur Penelitian
Berdasarkan judul
penelitian “penerapan model Quantum
Teaching pada pembelajaran PKn untuk meningkatkan aktivitas dan hasil
belajar siswa kelas IV SDN Pungging Pasuruan”, sehingga pendekatan yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan deskriptif kualitatif.
Penelitian tindakan kelas (PTK)
dilaksanakan dalam beberapa siklus tindakan hingga mencapai hasil yang
diinginkan. Penelitian ini dilakukan 2 siklus, hal ini berdasarkan keterbatasan
penelitian pada mata pelajaran PKn yaitu Standar Kompetensi (SK) 3. Mengenal
sistem pemerintahan tingkat pusat, Kompetensi Dasar (KD) 3.2 Menyebutkan
organisasi pemerintahan tingkat pusat, seperti Presiden, Wakil Presiden dan
para Menteri.
Indikator pada siklus I yaitu: (a) menuliskan
tugas Presiden, (b) menuliskan tugas Wakil Presiden, (c) membuat bagan
organisasi pemerintahan pusat, dan (d) menuliskan nama Presiden Republik
Indonesia. Indikator pada siklus II yaitu: (a) menuliskan menteri dalam
pemerintahan pusat, (b) menuliskan menteri koordinator, (c) menuliskan menteri
departemen, (d) menuliskan menteri negara, dan (e) membuat bagan kabinet kerja
Joko Widodo-Jusuf Kalla. Penelitian tindakan ini menggunakan model siklus Hopkins.
Setiap siklus tindakan yang dilaksanakan terdiri atas tiga tahap yakni (1)
perencanaan, (2) tindakan dan pengamatan, dan (3) refleksi. Tahap-tahap
tersebut membentuk spiral.
Gambar 3.1 Tahap Model PTK Hopkins (dalam Muslich,
2010:43)
Berdasarkan gambar tersebut, dapat
diuraikan rincian dari siklus pertama
sebagai
berikut.
SIKLUS
I
a.
Tahap Perencanaan
Tahap perencanaan dalam penelitian ini
yaitu sebagai berikut:
1)
mengkoordinasikan standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran PKn
pada guru kelas IV
2)
pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP) dengan menggunakan model
pembelajaran Quantum Teaching
3)
menentukan tujuan pembelajaran
4)
menyiapkan media pembelajaran
5)
penyiapan lembar kegiatan siswa (LKS)
6)
menyiapkan instrumen untuk pengumpulan data berupa pedoman observasi aktivitas
guru dalam menerapkan model Quantum
Teaching, pedoman observasi aktivitas belajar siswa, soal evaluasi dan
pedoman dokumentasi.
7)
mengkoordinasikan pelaksanaan tindakan dengan guru kelas IV.
b.
Tahap Pelaksanaan dan Pengamatan
Pelaksanaan tindakan yang dimaksud
adalah pelaksanaan model pembelajaran Quantum
Teaching dalam pembelajaran PKn dengan materi organisasi pemerintahan
pusat. Langkah pembelajaran merupakan kegiatan-kegiatan dalam proses
pembelajaran yang meliputi: (a) kegiatan awal, (b) kegiatan inti, dan (c)
kegiatan akhir. Di kegiatan inti dalam model Quantum Teaching terdapat kerangka rancangan TANDUR yaitu: a)
tumbuhkan, b) alami, c) namai, d) demonstrasikan, e) ulangi, dan f) rayakan (DePorter,
2010:127-136). Dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru kelas IV
pada siklus I berdasarkan pada kompetensi dan sesuai dengan indikator yang akan
dicapai sebagaimana terlampir di RPP. (Lampiran 9 halaman 99).
Pengamatan dilakukan bersamaan dengan
pelaksanaan pembelajaran.
Peneliti
melakukan observasi terhadap guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung
dengan bantuan pedoman observasi. Hasil observasi dapat bermanfaat untuk
pengambilan keputusan, apakah pelaksanaan pembelajaran sudah sesuai dengan RPP,
apakah siswa dapat memahami materi yang telah diajarkan, apakah perlu dilakukan
perbaikan, apakah dalam pembelajaran, siswa dapat berpartisipasi secara aktif
sesuai harapan.
c.
Tahap Refleksi
Refleksi adalah autokritik atau merenungkan
kembali apa yang belum dicapai, apa yang sudah dicapai, apa yang perlu
dilakukan untuk perbaikan-paerbaikan (Akbar, 2009:42). Refleksi dilakukan untuk
melihat keseluruhan RPP yang dibuat guru, proses pelaksanaan tindakan, aktivitas
siswa dan hasil belajar siswa. Merefleksi dengan cara menganalisis data yang
diperoleh dari wawancara, observasi, dokumentasi dan tes pada siklus I ini.
Tahapan refleksi meliputi kegiatan
memahami, menjelaskan, dan menyimpan data. Peneliti bersama guru kelas IV
merenungkan hasil tindakan I sebagai bahan pertimbangan apakah siklus I sudah
sesuai dengan rencana yang telah dibuat atau masih perlu perbaikan-perbaikan.
d. Perbaikan
Berdasarkan hasil refleksi, peneliti
akan memutuskan apakah perlu ada tindakan perbaikan. Jika pembelajaran belum
mencapai tujuan penelitian maka, peneliti merencanakan dan melaksanakan
tindakan siklus berikutnya serta memperbaiki kelemahan yang ada.
SIKLUS II
a. Tahap Perencanaan
Pada dasarnya tahap perencanaan pada
siklus II hampir sama dengan siklus I. Pada tahap perencanaan ini
mempertimbangkan hasil refleksi dari siklus I. Jadi, tahap perencanaan ini
disusun untuk memperbaiki kelemahan pada siklus I.
b. Tahap Pelaksanaan dan Pengamatan
Tahap pelaksanaan dan pengamatan pada
siklus II hampir sama dengan siklus I. Pada tahap ini dilakukan dengan
mempertimbangkan hasil refleksi dari siklus I.
c. Tahap Refleksi
Tahapan refleksi pada siklus II juga
sama dengan siklus I, yaitu meliputi kegiatan memahami, menjelaskan, dan menyimpan
data. Peneliti bersama guru kelas IV merenungkan hasil tindakan II sebagai
bahan pertimbangan apakah siklus II sudah sesuai dengan rencana yang telah
dibuat atau masih perlu perbaikan-perbaikan.
d. Perbaikan
Jika berdasarkan hasil refleksi, belum
mencapai tujuan penelitian maka, peneliti merencanakan dan melaksanakan
tindakan siklus berikutnya serta memperbaiki kelemahan yang ada.
I.
Indikator Ketercapaian Tujuan Penelitian
Indikator
ketercapaian tujuan penelitian, dalam penelitian ini dinyatakan berhasil jika:
1)
Seluruh perlakuan model pembelajaran Quantum
Teaching pada pembelajaran PKn telah dilaksanakan dengan sistematis dan
utuh.
2)
Terdapat peningkatan aktivitas belajar
yang dicapai oleh siswa minimal 10 dari 13 siswa telah melaksanakan minimal 3
jenis aktivitas.
3)
Terdapat peningkatan hasil belajar yang
dicapai oleh siswa minimal 10 dari 13 siswa.
Tabel
3.1 Jadwal Penelitian
No.
|
Mata Kegiatan
|
Bulan ke
|
|||||||||||||||||
I
|
II
|
III
|
IV
|
||||||||||||||||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
||
1.
|
Penetapan
judul
|
||||||||||||||||||
2.
|
Pembuatan
proposal
|
||||||||||||||||||
3.
|
Pembuatan
instrumen
|
||||||||||||||||||
4.
|
Validasi
Instrumen
|
||||||||||||||||||
5.
|
Seminar
Desain Operasional
|
||||||||||||||||||
6.
|
Revisi
proposal
|
||||||||||||||||||
7.
|
Pengumpulan
data
|
||||||||||||||||||
8.
|
Analisis
data
|
||||||||||||||||||
9.
|
Pembuatan
draft laporan
|
||||||||||||||||||
10.
|
Ujian
skripsi
|
||||||||||||||||||
11.
|
Pembuatan
laporan akhir (Skripsi terbukukan)
|
||||||||||||||||||
DAFTAR RUJUKAN
Abdurahman.
2003. Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka
Cipta.
Akbar, Sa’dun. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta:
Cipta Media Aksara.
Bestari, Prayoga. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan: Menjadi Warga
Negara yang Baik 4: untuk Kelas IV Sekolah Dasar /Madrasah Ibtidaiyah.
Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
DePorter,
Bobby. 1999. Quantum Learning:
Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Bandung: Kaifa.
DePorter,
Bobby. 2010. Quantum Teaching:
Mempraktikkan Quantum Learning di Ruang-ruang Kelas. Bandung: Kaifa.
Dimyati.
2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta:
Rineka Cipta.
Engkoswara.
1984. Dasar-dasar Metodologi Pengajaran. Jakarta:
PT. Bina Aksara.
Hamid,
Moh. Sholeh. 2011. Metode Edutainment
Menjadikan Siswa Kreatif dan Nyaman di Kelas. Yogyakarta: Diva Press.
Kasih,
Irma Candra. 2011. Penerapan Model
Quantum Teaching untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar PKn Siswa Kelas
II SDN Purwodadi 2 Malang. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: Universitas
Negeri Malang.
Kusumah,
Wijaya dan Dwitagama, Dedi. 2010. Mengenal
Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT. Indeks.
Muslich, Masnur. 2010. Melaksanakan PTK itu mudah (classroom action
research) pedoman praktis bagi guru profesional. Jakarta: Bumi Aksara.
Rahmawati,
Rizka. 2015. Penerapan Pendekatan Quantum
Teaching untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Siswa Kelas IV Tema
Cita-Citaku di SD Muhammadiyah 1 Babat. Skripsi tidak diterbitkan. Malang:
Universitas Negeri Malang.
Ruminiati.
2007. Pengembangan Pendidikan
Kewarganegaraan SD. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Departemen Pendidikan Nasional.
Rusman.
2010. Model-model Pembelajaran.
Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Sardiman
A.M. 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar
Mengajar. Jakarta: Rajawali Press.
Sarjuli,
dkk. 2009. Active Learning 101 Strategi
Pembelajaran Aktif / Melvin L. Silberman. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani.
Sudjana,
Nana. 2012. Penilaian Hasil Proses
Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Sutikno,
M. Sobry. 2013. Belajar dan Pembelajaran.
Lombok: Holistica.
Tim
Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1990. Kabus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta:
Balai Pustaka.
Tim
Penyusun. 2010. Pedoman Penulisan Karya
Ilmiah: Skripsi, Tesis, Disertasi, Artikel, Makalah, Tugas Akhir, Laporan
Penelitian Edisi Kelima. Malang: Universitas Negeri Malang.
Tumardi
dan Sopingi. 2013. Teori Belajar
Pembelajaran. Malang: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.
Winataputra,
Udin S. 2008. Pembelajaran PKn di SD.
Jakarta: Universitas Terbuka.