Selasa, 25 Oktober 2016

BAB I DALAM PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Diambil dari Skripsi Siti Rohana (2016) Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Malang. Skripsi ini merupakan jenis PTK terbaik yang memaparkan data sesuai nafas kualitatif. 


PENERAPAN MODEL QUANTUM TEACHING PADA PEMBELAJARAN PKN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA 
KELAS IV SDN PUNGGING PASURUAN

BAB I
PENDAHULUAN




A.  Latar Belakang Masalah

 Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) mempunyai peran penting dalam membentuk warga negara yang baik. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) bertujuan untuk melahirkan generasi penerus bangsa yang berkarakter dan cinta tanah air. Sejalan dengan Ruminiati (2007:1.26) yang menyatakan tujuan PKn di SD adalah “... untuk menjadikan warga negara yang baik, yaitu warga negara yang tahu, mau, dan sadar akan hak dan kewajibannya, dan diharapkan kelak dapat menjadi bangsa yang terampil dan cerdas, dan bersikap baik sehingga mampu mengikuti kemajuan teknologi modern”.
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di sekolah dasar membelajarkan siswa melalui pemberdayaan siswa dengan keteladanan, pembangunan kemauan, dan pengembangan kreativitas. Guru berperan menjadi teladan siswa dan motivasi siswa. Guru dituntut dapat menyampaikan materi pembelajaran dengan cara yang menyenangkan, sehingga pembelajaran PKn menjadi bermakna dan siswa dapat dengan mudah memahami materi yang sedang dibelajarkan. Pembelajaran PKn perlu dikembangkan sebagai pusat pengembangan wawasan, sikap dan keterampilan (Winataputra, 2008:1.11).
Tidak selamanya kondisi yang diidealkan di atas dapat ditemukan dalam praktik keseharian di lapangan. Berdasarkan observasi di kelas IV SDN Pungging, menunjukkan bahwa sejak pukul 07.30 sampai dengan pukul 08.10 guru hanya menjelaskan materi pelajaran. Guru menggunakan pendekatan konvensional yaitu teacher center. Pada kesempatan tersebut, terdapat 10 dari 13 siswa mengikuti dengan pandangan kosong. Sementara 3 siswa lainnya mencatat (observasi hari Selasa tanggal 5 Januari 2016). Kondisi tersebut dapat dipahami bahwa pembelajaran yang dikendalikan guru tidak disambut baik secara fisik maupun mental oleh siswa.
Selain hal di atas, ditemukan kelemahan-kelemahan siswa dalam menyebutkan sistem pemerintahan pusat. Siswa sudah diberi kesempatan untuk bertanya, namun tidak ada yang bertanya. Ketika guru bertanya, seluruh siswa dalam kelas IV, mereka tidak berhasil menjawab pertanyaan. Ada seorang siswa yang mengganggu temannya yang sedang memperhatikan penjelasan guru. Bahkan ada 3 siswa yang ijin ke kamar mandi namun ternyata pergi ke kantin sekolah untuk membeli kue (observasi hari Selasa tanggal 5 Januari 2016).
Akibatnya, hasil belajar yang dicapai pada ulangan harian didapati sebanyak 1 dari 13 siswa yang nilainya tuntas di atas nilai KKM (dokumentasi nilai ulangan harian kelas IV SDN Pungging). Telah disepakati kepala sekolah dengan guru-guru di SDN Pungging menggunakan KKM 65. Ada banyak faktor yang mempengaruhi nilai rata-rata ulangan harian mata pelajaran PKn berada di bawah KKM. Hasil belajar tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran yang dikendalikan guru tidak mengantarkan siswa untuk mencapai hasil belajar yang maksimal.
Berdasarkan penelitian DePorter (2010:33) pada 25.000 siswa, yang dilakukan dengan menerapkan Quantum Teaching di sekolah SuperCamp didapati hasilnya sangat bagus. Dilihat dari nilai siswa yang meningkat hingga 73%. Siswa juga menjadi aktif dan tidak malu bertanya serta mempunyai semangat belajar yang tinggi. Siswa tidak ada yang merasa bosan atau mengantuk ketika pembelajaran.
Quantum Teaching merupakan model yang mengubah suasana belajar yang membosankan ke dalam kondisi belajar yang meriah dan menyenangkan. Suasana yang menyenangkan akan lebih menarik perhatian siswa, sehingga materi pembelajaran yang disampaikan guru akan mudah dimengerti oleh siswa. Engkoswara (1984:3) menyatakan siswa akan lebih mudah belajar pada suasana yang ramai. Membangun suasana yang menyenangkan bisa dengan menyisipkan humor kecil saat guru menjelaskan, mengajak siswa bernyanyi bersama, atau juga bisa dengan memberi sentuhan musik lagu anak-anak ketika siswa mengerjakan tugas. Bercermin dari hal di atas, sebagai alternatif untuk mengatasi masalah di SDN Pungging peneliti ingin melakukan penelitian yang berjudul “Penerapan Model Quantum Teaching pada Pembelajaran PKn untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN Pungging Pasuruan”.
Beberapa penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini yaitu “Penerapan Model Quantum Teaching untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar PKn Siswa Kelas II SDN Purwodadi 2 Malang” yang dilakukan oleh Irma Candra Kasih. Penelitian yang relevan selanjutnya berjudul “Penerapan Pendekatan Quantum Teaching untuk Meningkatkan Pembelajaran Siswa Kelas IV Tema Cita-citaku di SD Muhammadiyah 1 Babat” yang dilakukan oleh Rizka Rahmawati. Kedua penelitian di atas telah diperoleh hasil yang menunjukkan penerapan model Quantum Teaching dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Perbedaan penelitian peneliti dengan penelitian terdahulu yang relevan terletak pada materi pelajaran, subjek penelitian, tujuan penelitian, dan media pembelajaran yang digunakan.


B.  Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan masalah dalam penelitian sebagai berikut:
1.    Bagaimana penerapan model Quantum Teaching pada pembelajaran PKn di kelas IV SDN Pungging Pasuruan?
2.    Bagaimana aktivitas belajar siswa melalui penerapan model Quantum Teaching pada pembelajaran PKn di kelas IV SDN Pungging Pasuruan?
3.    Bagaimana hasil belajar siswa melalui penerapan model Quantum Teaching pada pembelajaran PKn di kelas IV SDN Pungging Pasuruan?


C.  Hipotesis Tindakan

Berdasarkan rumusan masalah di atas dapat dirumuskan hipotesis tindakan bahwa penerapan model Quantum Teaching pada pembelajaran PKn yang dilakukan secara bersiklus dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Pungging Pasuruan.




D.  Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat antara lain sebagai berikut:
a. Bagi guru kelas IV, yaitu dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pemilihan model pembelajaran PKn sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.
b. Bagi sekolah, yaitu dapat digunakan sebagai referensi bagi sekolah dalam perbaikan pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan.
c. Bagi peneliti lain, yaitu dapat digunakan sebagai acuan untuk mengembangkan dan menerapkan model pembelajaran Quantum Teaching sehingga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk mengadakan penelitian yang sejenis.


E.  Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian

Ruang lingkup penelitian ini yaitu SDN Pungging Kabupaten Pasuruan. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas IV semester 2 tahun ajaran 2015/2016. Fokus penelitian ini pada penerapan model Quantum Teaching pada pembelajaran PKn untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.
Keterbatasan dalam penelitian ini terletak pada mata pelajaran PKn yaitu Standar Kompetensi (SK) 3. Mengenal sistem pemerintahan tingkat pusat, Kompetensi Dasar (KD) 3.2 Menyebutkan organisasi pemerintahan tingkat pusat, seperti Presiden, Wakil Presiden dan para Menteri. Indikatornya yaitu: (a) menuliskan tugas Presiden, (b) menuliskan tugas Wakil Presiden, (c) membuat bagan organisasi pemerintahan pusat, (d) menuliskan nama Presiden Republik Indonesia, (e) menuliskan menteri dalam pemerintahan pusat, (f) menuliskan menteri koordinator, (g) menuliskan menteri departemen, (h) menuliskan menteri negara, dan (i) membuat bagan kabinet kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla. Untuk lebih jelasnya perhatikan Tabel 1.1 berikut.

Tabel 1.1 Variabel penelitian olahan peneliti, 2016.
No.
Variabel
Sub Variabel
Indikator
Instrumen
Sumber Data
1.
Model Pembelajaran Quantum Teaching
Kerangka rancangan TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, Rayakan)
a.   Menumbuhkan minat siswa melalui pertanyaan yang memotivasi (T)
b.  Membimbing siswa mengalami pengetahuannya melalui bermain kartu tempel (A)
c.   Membimbing siswa menamai materi melalui bagan (N)
d.  Membimbing siswa untuk mendemonstrasikan materi yang dipelajari melalui menyanyikan lirik lagu (D)
e.   Memfasilitasi siswa untuk mengulangi materi yang dipelajari melalui mengerjakan teka-teki silang (U)
f.   Memfasilitasi siswa untuk merayakan keberhasilannya dalam pembelajaran dengan memberikan bintang prestasi (R)
Pedoman observasi
Aktivitas Guru
2.
Aktivitas belajar siswa
Aktivitas siswa sesuai kerangka TANDUR
a.    Menjawab pertanyaan (T)
b.   Melakukan permainan (A)
c.    Membuat bagan (N)
d.   Menyanyikan lagu (D)
e.    Mengerjakan teka-teki silang (U)
f.    Mendapat bintang prestasi (R)

Pedoman observasi
Aktivitas siswa
No.
Variabel
Sub Variabel
Indikator
Instrumen
Sumber
Data
3.
Hasil belajar siswa
Hasil belajar siswa yang berupa kognitif
a.    Menuliskan tugas Presiden
b.    Menuliskan tugas Wakil Presiden
c.    Membuat bagan organisasi pemerintahan pusat
d.   Menuliskan nama Presiden Republik Indonesia
e.    Menuliskan menteri dalam pemerintahan pusat
f.     Menuliskan menteri koordinator
g.    Menuliskan menteri departemen
h.    Menuliskan menteri negara
i.      Membuat bagan kabinet kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla
Tes tulis
- Soal evaluasi
Sumber: Variabel penelitian olahan peneliti, 2016.


F.   Definisi Operasional

Untuk menghindari perbedaan pemahaman istilah, berikut ini definisi yang digunakan dalam penelitian ini:
1.    Model Quantum Teaching merupakan model yang mengubah suasana belajar yang membosankan ke dalam kondisi belajar yang meriah dan menyenangkan. Model Quantum Teaching merupakan model yang menggunakan kerangka rancangan TANDUR ini diterapkan pada pembelajaran PKn di Kelas IV SDN Pungging Pasuruan.
2.    Pembelajaran PKn merupakan aktivitas pembelajaran yang memanfaatkan  materi PKn sebagai kajian utamanya. Dalam pembelajaran PKn diterapkan model Quantum Teaching di kelas IV SDN Pungging.
3.    Aktivitas belajar merupakan aktivitas belajar siswa sesuai dengan kerangka rancangan TANDUR yaitu: menjawab pertanyaan, melakukan permainan, membuat bagan, menyanyikan lagu, mengerjakan teka-teki silang, dan mendapat bintang prestasi.
4.  Hasil belajar merupakan skor hasil tes evaluasi kognitif  siswa kelas IV SDN Pungging setelah mengikuti pembelajaran PKn. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar