Diambil dari Skripsi Siti Rohana (2016) Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Malang. Skripsi ini merupakan jenis PTK terbaik yang memaparkan data sesuai nafas kualitatif.
PENERAPAN MODEL QUANTUM TEACHING PADA PEMBELAJARAN PKN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA
KELAS IV SDN PUNGGING PASURUAN
BAB I
PENERAPAN MODEL QUANTUM TEACHING PADA PEMBELAJARAN PKN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA
KELAS IV SDN PUNGGING PASURUAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan
Kewarganegaraan (PKn) mempunyai peran
penting dalam membentuk warga negara yang baik. Pendidikan Kewarganegaraan
(PKn) bertujuan untuk melahirkan generasi penerus bangsa yang berkarakter dan
cinta tanah air. Sejalan dengan Ruminiati (2007:1.26) yang menyatakan tujuan
PKn di SD adalah “... untuk menjadikan warga negara yang baik, yaitu warga
negara yang tahu, mau, dan sadar akan hak dan kewajibannya, dan diharapkan
kelak dapat menjadi bangsa yang terampil dan cerdas, dan bersikap baik sehingga
mampu mengikuti kemajuan teknologi modern”.
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di sekolah dasar
membelajarkan siswa melalui pemberdayaan siswa dengan keteladanan, pembangunan
kemauan, dan pengembangan kreativitas. Guru berperan menjadi teladan siswa dan
motivasi siswa. Guru dituntut dapat menyampaikan materi pembelajaran dengan
cara yang menyenangkan, sehingga pembelajaran PKn menjadi bermakna dan siswa
dapat dengan mudah memahami materi yang sedang dibelajarkan. Pembelajaran PKn
perlu dikembangkan sebagai pusat pengembangan wawasan, sikap dan keterampilan
(Winataputra, 2008:1.11).
Tidak
selamanya kondisi yang diidealkan di atas dapat ditemukan dalam praktik
keseharian di lapangan. Berdasarkan observasi di kelas IV SDN Pungging,
menunjukkan bahwa sejak pukul 07.30 sampai dengan pukul 08.10 guru hanya
menjelaskan materi pelajaran. Guru menggunakan pendekatan konvensional yaitu teacher center. Pada kesempatan
tersebut, terdapat 10 dari 13 siswa
mengikuti dengan pandangan kosong. Sementara 3 siswa
lainnya mencatat (observasi hari Selasa tanggal 5 Januari 2016). Kondisi
tersebut dapat dipahami bahwa pembelajaran yang dikendalikan guru tidak
disambut baik secara fisik maupun mental oleh siswa.
Selain
hal di atas, ditemukan kelemahan-kelemahan siswa
dalam menyebutkan sistem pemerintahan pusat. Siswa
sudah diberi kesempatan untuk bertanya, namun tidak ada yang bertanya. Ketika
guru bertanya, seluruh siswa
dalam kelas IV, mereka tidak berhasil menjawab pertanyaan. Ada seorang siswa yang mengganggu
temannya yang sedang memperhatikan penjelasan guru. Bahkan ada 3 siswa yang ijin ke kamar
mandi namun ternyata pergi ke kantin sekolah untuk membeli kue (observasi hari
Selasa tanggal 5 Januari 2016).
Akibatnya,
hasil belajar yang dicapai pada ulangan harian didapati sebanyak 1 dari 13 siswa yang nilainya tuntas
di atas nilai KKM (dokumentasi nilai ulangan harian kelas IV SDN Pungging).
Telah disepakati kepala sekolah dengan guru-guru di SDN Pungging menggunakan
KKM 65. Ada banyak faktor yang mempengaruhi nilai rata-rata ulangan harian mata
pelajaran PKn berada di bawah KKM. Hasil belajar tersebut menunjukkan bahwa
pembelajaran yang dikendalikan guru tidak mengantarkan siswa untuk mencapai hasil
belajar yang maksimal.
Berdasarkan
penelitian DePorter (2010:33) pada 25.000 siswa,
yang dilakukan dengan menerapkan Quantum
Teaching di sekolah SuperCamp didapati hasilnya sangat bagus. Dilihat dari
nilai siswa
yang meningkat hingga 73%. Siswa
juga menjadi aktif dan tidak malu bertanya serta mempunyai semangat belajar
yang tinggi. Siswa
tidak ada yang merasa bosan atau mengantuk ketika pembelajaran.
Quantum
Teaching merupakan model yang mengubah suasana belajar yang
membosankan ke dalam kondisi belajar yang meriah dan menyenangkan. Suasana yang
menyenangkan akan lebih menarik perhatian siswa, sehingga materi pembelajaran
yang disampaikan guru akan mudah dimengerti oleh siswa. Engkoswara (1984:3)
menyatakan siswa akan lebih mudah belajar pada suasana yang ramai. Membangun
suasana yang menyenangkan bisa dengan menyisipkan humor kecil saat guru
menjelaskan, mengajak siswa bernyanyi bersama, atau juga bisa dengan memberi
sentuhan musik lagu anak-anak ketika siswa mengerjakan tugas. Bercermin dari
hal di atas, sebagai alternatif untuk mengatasi masalah di SDN Pungging
peneliti ingin melakukan penelitian yang berjudul “Penerapan Model Quantum Teaching pada Pembelajaran PKn untuk
Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN Pungging Pasuruan”.
Beberapa
penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini yaitu “Penerapan Model Quantum Teaching untuk Meningkatkan
Aktivitas dan Hasil Belajar PKn Siswa Kelas II SDN Purwodadi 2 Malang” yang
dilakukan oleh Irma Candra Kasih. Penelitian yang relevan selanjutnya berjudul
“Penerapan Pendekatan Quantum Teaching untuk
Meningkatkan Pembelajaran Siswa Kelas IV Tema Cita-citaku di SD Muhammadiyah 1
Babat” yang dilakukan oleh Rizka Rahmawati. Kedua penelitian di atas telah
diperoleh hasil yang menunjukkan penerapan model Quantum Teaching dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar
siswa. Perbedaan penelitian peneliti dengan penelitian terdahulu yang relevan terletak
pada materi pelajaran, subjek penelitian, tujuan penelitian, dan media
pembelajaran yang digunakan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang di atas, dapat dirumuskan masalah dalam penelitian sebagai
berikut:
1. Bagaimana
penerapan model Quantum Teaching pada
pembelajaran PKn di kelas IV SDN Pungging Pasuruan?
2. Bagaimana
aktivitas belajar siswa melalui penerapan model Quantum Teaching pada pembelajaran PKn di kelas IV SDN Pungging
Pasuruan?
3. Bagaimana
hasil belajar siswa melalui penerapan model Quantum
Teaching pada pembelajaran PKn di kelas IV SDN Pungging Pasuruan?
C. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan
rumusan masalah di atas dapat dirumuskan hipotesis tindakan bahwa penerapan
model Quantum Teaching pada
pembelajaran PKn yang dilakukan secara bersiklus dapat meningkatkan aktivitas
dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Pungging Pasuruan.
D. Manfaat Penelitian
Hasil
penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat antara lain sebagai berikut:
a. Bagi guru kelas IV, yaitu dapat
dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pemilihan model pembelajaran PKn sehingga
dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.
b. Bagi sekolah, yaitu dapat digunakan
sebagai referensi bagi sekolah dalam perbaikan pembelajaran untuk meningkatkan
mutu pendidikan.
c. Bagi peneliti lain, yaitu dapat
digunakan sebagai acuan untuk mengembangkan dan menerapkan model pembelajaran Quantum Teaching sehingga dapat dijadikan
sebagai bahan pertimbangan untuk mengadakan penelitian yang sejenis.
E. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian
Ruang lingkup
penelitian ini yaitu SDN Pungging Kabupaten Pasuruan. Dalam penelitian ini yang
menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas IV semester 2 tahun ajaran
2015/2016. Fokus penelitian ini pada penerapan model Quantum Teaching pada pembelajaran PKn untuk meningkatkan aktivitas
dan hasil belajar siswa.
Keterbatasan
dalam penelitian ini terletak pada mata pelajaran PKn yaitu Standar Kompetensi
(SK) 3. Mengenal sistem pemerintahan tingkat pusat, Kompetensi Dasar (KD) 3.2
Menyebutkan organisasi pemerintahan tingkat pusat, seperti Presiden, Wakil
Presiden dan para Menteri. Indikatornya yaitu: (a) menuliskan tugas Presiden,
(b) menuliskan tugas Wakil Presiden, (c) membuat bagan organisasi pemerintahan
pusat, (d) menuliskan nama Presiden Republik Indonesia, (e) menuliskan menteri
dalam pemerintahan pusat, (f) menuliskan menteri koordinator, (g) menuliskan
menteri departemen, (h) menuliskan menteri negara, dan (i) membuat bagan
kabinet kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla. Untuk lebih jelasnya perhatikan Tabel 1.1
berikut.
Tabel 1.1 Variabel penelitian olahan
peneliti, 2016.
No.
|
Variabel
|
Sub Variabel
|
Indikator
|
Instrumen
|
Sumber Data
|
1.
|
Model Pembelajaran Quantum Teaching
|
Kerangka
rancangan TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, Rayakan)
|
a.
Menumbuhkan minat siswa melalui
pertanyaan yang memotivasi (T)
b.
Membimbing siswa mengalami
pengetahuannya melalui bermain kartu tempel (A)
c.
Membimbing siswa menamai
materi melalui bagan (N)
d.
Membimbing siswa untuk mendemonstrasikan materi
yang dipelajari melalui menyanyikan lirik lagu (D)
e.
Memfasilitasi siswa untuk mengulangi materi yang
dipelajari melalui mengerjakan teka-teki silang (U)
f.
Memfasilitasi siswa untuk merayakan
keberhasilannya dalam pembelajaran dengan memberikan bintang prestasi (R)
|
Pedoman observasi
|
Aktivitas Guru
|
2.
|
Aktivitas belajar siswa
|
Aktivitas siswa sesuai kerangka TANDUR
|
a.
Menjawab pertanyaan (T)
b.
Melakukan permainan (A)
c.
Membuat bagan (N)
d.
Menyanyikan lagu (D)
e.
Mengerjakan teka-teki silang (U)
f.
Mendapat bintang prestasi (R)
|
Pedoman observasi
|
Aktivitas siswa
|
No.
|
Variabel
|
Sub Variabel
|
Indikator
|
Instrumen
|
Sumber
Data
|
3.
|
Hasil belajar siswa
|
Hasil belajar siswa yang berupa
kognitif
|
a.
Menuliskan tugas Presiden
b.
Menuliskan tugas Wakil Presiden
c.
Membuat bagan organisasi pemerintahan pusat
d.
Menuliskan nama Presiden Republik Indonesia
e.
Menuliskan menteri dalam pemerintahan pusat
f.
Menuliskan menteri koordinator
g.
Menuliskan menteri departemen
h.
Menuliskan menteri negara
i.
Membuat bagan kabinet kerja Joko Widodo-Jusuf
Kalla
|
Tes tulis
|
- Soal evaluasi
|
Sumber: Variabel
penelitian olahan peneliti, 2016.
F.
Definisi
Operasional
Untuk
menghindari perbedaan pemahaman istilah, berikut ini definisi yang digunakan dalam
penelitian ini:
1. Model
Quantum Teaching merupakan model yang
mengubah suasana belajar yang membosankan ke dalam kondisi belajar yang meriah
dan menyenangkan. Model Quantum Teaching merupakan
model yang menggunakan kerangka rancangan TANDUR ini diterapkan pada pembelajaran PKn di Kelas IV SDN Pungging
Pasuruan.
2. Pembelajaran
PKn merupakan aktivitas pembelajaran yang memanfaatkan materi PKn sebagai kajian utamanya. Dalam
pembelajaran PKn diterapkan model Quantum
Teaching di kelas IV SDN Pungging.
3. Aktivitas
belajar merupakan aktivitas belajar siswa sesuai dengan kerangka rancangan
TANDUR yaitu: menjawab pertanyaan, melakukan permainan, membuat bagan,
menyanyikan lagu, mengerjakan teka-teki silang, dan mendapat bintang prestasi.
4. Hasil belajar merupakan skor hasil tes evaluasi
kognitif siswa kelas IV SDN Pungging setelah
mengikuti pembelajaran PKn.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar