Selasa, 25 Oktober 2016

BAB III PENELITIAN TINDAKAN KELAS (METODE PENELITIAN)

UNTUK KEPERLUAN HAK CIPTA, YANG TERDAPAT DALAM BLOG INI HANYA BERUPA PROPOSAL PENELITIAN. UNTUK MENGETAHUI HASIL LENGKAP SKRIPSI INI SILAKAN BACA DI PERPUS UNIVERSITAS NEGERI MALANG ATAU MENGHUBUNGI ALAMAT EMAIL nurfidayat16@gmail.com DAN  sitirohanah


Diambil dari Skripsi Siti Rohana (2016) Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Malang. Skripsi ini merupakan jenis PTK terbaik yang memaparkan data sesuai nafas kualitatif. 

PENERAPAN MODEL QUANTUM TEACHING PADA PEMBELAJARAN PKN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SDN PUNGGING PASURUAN

BAB III
METODE PENELITIAN



A.  Pendekatan Penelitian

Jenis penelitian yang akan dilakukan merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian tindakan termasuk dalam rumpun penelitian kualitatif-interaktif (Akbar, 2009:102). Kusumah dan Dwitagama (2010) mengatakan bahwa penelitian tindakan termasuk penelitian kualitatif walaupun data yang dikumpulkan bisa saja bersifat kuantitatif. Menurut McNiff (1992) dalam Kusumah dan Dwitagama (2010) memandang hakikat PTK adalah sebagai bentuk penelitian reflektif yang dilakukan oleh guru sendiri yang hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai alat pengembangan keahlian mengajar.
Dari pendapat beberapa ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan penelitian refleksi diri yang dilakukan oleh pendidik dalam situasi sosial. Penelitian tindakan kelas bertujuan memperbaiki dan atau untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar siswa dengan menerapkan tindakan-tindakan tertentu.
Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan dalam 2 siklus, hal ini berdasarkan keterbatasan penelitian pada mata pelajaran PKn yaitu Standar Kompetensi (SK) 3. Mengenal sistem pemerintahan tingkat pusat, Kompetensi Dasar (KD) 3.2 Menyebutkan organisasi pemerintahan tingkat pusat, seperti Presiden, Wakil Presiden dan para Menteri. Indikator pada siklus I yaitu: (a) menuliskan tugas Presiden, (b) menuliskan tugas Wakil Presiden, (c) membuat bagan organisasi pemerintahan pusat, dan (d) menuliskan nama Presiden Republik Indonesia. Indikator pada siklus II yaitu: (a) menuliskan menteri dalam pemerintahan pusat, (b) menuliskan menteri koordinator, (c) menuliskan menteri departemen, (d) menuliskan menteri negara, dan (e) membuat bagan kabinet kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla.


B.  Kehadiran dan Peran Peneliti di Lapangan

Kehadiran peneliti di lapangan, sebagai instrumen utama dalam penelitian ini. Kehadiran peneliti berperan mengamati secara partisipatif untuk mengumpulkan data penelitian. Kondisi tersebut, memerlukan sasaran penelitian yang menjadi objek penelitian. Oleh karena itu, telah disepakati guru kelas IV sebagai sasaran penelitian yang memerankan diri sebagai pengajar yang menerapkan model Quantum Teaching pada mata pelajaran PKn.


C.  Kancah Penelitian

Penelitian ini berada di kelas IV di SDN Pungging. SDN Pungging ini terletak di daerah pedesaan tepatnya yaitu di Jalan Raya Pungging, Desa Pungging, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.


D.  Subjek Penelitian

Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah siswa SDN Pungging yang duduk di kelas IV semester 2 pada tahun ajaran 2015/2016 dengan materi organisasi pemerintahan pusat. Banyaknya siswa kelas IV yaitu 13 orang yang terdiri dari 4 perempuan dan 9 laki-laki. Fokus penelitian ini pada penerapan model pembelajaran Quantum Teaching untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.


E.  Data dan Sumber Data

Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Data ini diperoleh berdasarkan hasil observasi dan hasil belajar siswa kelas IV. Berikut ini uraian penjelasan data dan sumber data.
1. Data tentang penerapan model Quantum Teaching pada pembelajaran PKn di kelas IV SDN Pungging Pasuruan, sumber datanya yaitu aktivitas guru pada saat pembelajaran berlangsung.
2. Data tentang aktivitas belajar siswa melalui penerapan model Quantum Teaching pada pembelajaran PKn di kelas IV SDN Pungging Pasuruan, sumber datanya yaitu aktitivitas belajar siswa.
3. Data tentang hasil belajar siswa melalui penerapan model Quantum Teaching pada pembelajaran PKn di kelas IV SDN Pungging Pasuruan, sumber datanya yaitu skor hasil tes soal evaluasi siswa.




F.   Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan cara sebagai berikut:


1. Wawancara

Dalam penelitian ini wawancara dilakukan sebelum dan sesudah dilakukan penetilian. Wawancara yang dilakukan peneliti merupakan wawancara tidak terstruktur. Peneliti menyiapkan pedoman wawancara berupa pertanyaan secara garis besar. Pedoman wawancara ini dikembangkan lagi ketika di lapangan (instrumen dapat diperiksa pada lampiran 4 halaman 90). Langkah ini dilakukan untuk menghimpun data mengenai kondisi pembelajaran di kelas IV SDN Pungging sebelum dan sesudah dilakukan tindakan.


2. Observasi

Penelitian ini menggunakan observasi nonpartisipan yaitu peneliti tidak terlibat dan hanya sebagai pengamat independen. Observasi digunakan untuk mengetahui bagaimana aktivitas guru dalam menerapkan model Quantum Teaching dan untuk mengetahui bagaimana aktivitas belajar siswa kelas IV pada saat pembelajaran PKn berlangsung. Dalam penelitian ini menggunakan observasi langsung. Observasi ini dimaksudkan untuk mengetahui adanya kesesuaian antara perencanaan dengan pelaksanaan tindakan yang dilakukan. Instrumen dapat diperiksa pada lampiran 1, 2 dan 3 pada halaman 85, 88, 90.

3. Tes

Pengumpulan data hasil belajar siswa menggunakan tes dalam bentuk soal evaluasi. Tes ini ditujukan kepada siswa kelas IV SDN Pungging setelah siswa mengikuti pembelajaran. Jadi, dalam penelitian ini yang diukur adalah kemampuan kognitif siswa pada mata pelajaran PKn tentang organisasi pemerintahan pusat. Dari hasil tes akan diketahui tingkat pemahaman siswa tentang organisasi pemerintahan pusat sesuai dengan tujuan pembelajaran.


4. Metode Dokumentasi

Dokumentasi digunakan untuk mendokumentasikan data tentang
pembelajaran yang menggambarkan kerangka TANDUR yang dipraktikkan
guru dalam pembelajaran PKn. Dokumen berupa RPP dan data siswa. Peristiwa yang tampak dan sesuai dengan fokus masalah penelitian ini, misalnya ketika guru menjelaskan materi, siswa pada saat bermain kartu dan lainnya akan didokumentasikan dalam bentuk printout foto.


G. Analisis Data, Evaluasi dan Refleksi

Data atau informasi yang berhasil dikumpulkan selanjutnya diolah dan
dianalisis secara deskriptif kualitatif. Analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk mengolah data hasil observasi aktivitas guru dalam menerapkan model Quantum Teaching, observasi aktivitas belajar siswa, dan data hasil tes. Semua data dianalisis dengan analisis deskriptif kualitatif dengan tahapan: pemaparan data, reduksi data, pengelompokkan sesuai fokus masalah.
Pemaparan data dilakukan dengan mendeskripsikan bagaimana pembelajaran sebelum tindakan. Kemudian mendeskripsikan bagaimana keterurutan dan kelengkapan kerangka TANDUR dalam pelaksanaan Quantum Teaching pada pembelajaran PKn dan mendeskripsikan apakah semua jenis aktivitas belajar siswa dalam penelitian ini sudah terlaksana atau belum. Data hasil belajar siswa juga dideskripsikan berapa siswa yang nilainya sudah tuntas dan berapa siswa yang nilainya belum tuntas. Analisis data ini dijadikan acuan untuk memperbaiki pembelajaran selanjutnya.


H.  Prosedur Penelitian

Berdasarkan judul penelitian “penerapan model Quantum Teaching pada pembelajaran PKn untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Pungging Pasuruan”, sehingga pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan deskriptif kualitatif.
Penelitian tindakan kelas (PTK) dilaksanakan dalam beberapa siklus tindakan hingga mencapai hasil yang diinginkan. Penelitian ini dilakukan 2 siklus, hal ini berdasarkan keterbatasan penelitian pada mata pelajaran PKn yaitu Standar Kompetensi (SK) 3. Mengenal sistem pemerintahan tingkat pusat, Kompetensi Dasar (KD) 3.2 Menyebutkan organisasi pemerintahan tingkat pusat, seperti Presiden, Wakil Presiden dan para Menteri.
Indikator pada siklus I yaitu: (a) menuliskan tugas Presiden, (b) menuliskan tugas Wakil Presiden, (c) membuat bagan organisasi pemerintahan pusat, dan (d) menuliskan nama Presiden Republik Indonesia. Indikator pada siklus II yaitu: (a) menuliskan menteri dalam pemerintahan pusat, (b) menuliskan menteri koordinator, (c) menuliskan menteri departemen, (d) menuliskan menteri negara, dan (e) membuat bagan kabinet kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla. Penelitian tindakan ini menggunakan model siklus Hopkins. Setiap siklus tindakan yang dilaksanakan terdiri atas tiga tahap yakni (1) perencanaan, (2) tindakan dan pengamatan, dan (3) refleksi. Tahap-tahap tersebut membentuk spiral.
 











Gambar 3.1 Tahap Model PTK Hopkins (dalam Muslich, 2010:43)

Berdasarkan gambar tersebut, dapat diuraikan rincian dari siklus pertama
sebagai berikut.


SIKLUS I


a. Tahap Perencanaan

Tahap perencanaan dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut:
1) mengkoordinasikan standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran PKn pada guru kelas IV
2) pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP) dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching
3) menentukan tujuan pembelajaran
4) menyiapkan media pembelajaran
5) penyiapan lembar kegiatan siswa (LKS)
6) menyiapkan instrumen untuk pengumpulan data berupa pedoman observasi aktivitas guru dalam menerapkan model Quantum Teaching, pedoman observasi aktivitas belajar siswa, soal evaluasi dan pedoman dokumentasi.
7) mengkoordinasikan pelaksanaan tindakan dengan guru kelas IV.


b. Tahap Pelaksanaan dan Pengamatan

Pelaksanaan tindakan yang dimaksud adalah pelaksanaan model pembelajaran Quantum Teaching dalam pembelajaran PKn dengan materi organisasi pemerintahan pusat. Langkah pembelajaran merupakan kegiatan-kegiatan dalam proses pembelajaran yang meliputi: (a) kegiatan awal, (b) kegiatan inti, dan (c) kegiatan akhir. Di kegiatan inti dalam model Quantum Teaching terdapat kerangka rancangan TANDUR yaitu: a) tumbuhkan, b) alami, c) namai, d) demonstrasikan, e) ulangi, dan f) rayakan (DePorter, 2010:127-136). Dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru kelas IV pada siklus I berdasarkan pada kompetensi dan sesuai dengan indikator yang akan dicapai sebagaimana terlampir di RPP. (Lampiran 9 halaman 99).
Pengamatan dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan pembelajaran.
Peneliti melakukan observasi terhadap guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung dengan bantuan pedoman observasi. Hasil observasi dapat bermanfaat untuk pengambilan keputusan, apakah pelaksanaan pembelajaran sudah sesuai dengan RPP, apakah siswa dapat memahami materi yang telah diajarkan, apakah perlu dilakukan perbaikan, apakah dalam pembelajaran, siswa dapat berpartisipasi secara aktif sesuai harapan.


c. Tahap Refleksi

Refleksi adalah autokritik atau merenungkan kembali apa yang belum dicapai, apa yang sudah dicapai, apa yang perlu dilakukan untuk perbaikan-paerbaikan (Akbar, 2009:42). Refleksi dilakukan untuk melihat keseluruhan RPP yang dibuat guru, proses pelaksanaan tindakan, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa. Merefleksi dengan cara menganalisis data yang diperoleh dari wawancara, observasi, dokumentasi dan tes pada siklus I ini.
Tahapan refleksi meliputi kegiatan memahami, menjelaskan, dan menyimpan data. Peneliti bersama guru kelas IV merenungkan hasil tindakan I sebagai bahan pertimbangan apakah siklus I sudah sesuai dengan rencana yang telah dibuat atau masih perlu perbaikan-perbaikan.


d. Perbaikan

Berdasarkan hasil refleksi, peneliti akan memutuskan apakah perlu ada tindakan perbaikan. Jika pembelajaran belum mencapai tujuan penelitian maka, peneliti merencanakan dan melaksanakan tindakan siklus berikutnya serta memperbaiki kelemahan yang ada.

SIKLUS II


a. Tahap Perencanaan

Pada dasarnya tahap perencanaan pada siklus II hampir sama dengan siklus I. Pada tahap perencanaan ini mempertimbangkan hasil refleksi dari siklus I. Jadi, tahap perencanaan ini disusun untuk memperbaiki kelemahan pada siklus I.

b. Tahap Pelaksanaan dan Pengamatan

Tahap pelaksanaan dan pengamatan pada siklus II hampir sama dengan siklus I. Pada tahap ini dilakukan dengan mempertimbangkan hasil refleksi dari siklus I.

c. Tahap Refleksi

Tahapan refleksi pada siklus II juga sama dengan siklus I, yaitu meliputi kegiatan memahami, menjelaskan, dan menyimpan data. Peneliti bersama guru kelas IV merenungkan hasil tindakan II sebagai bahan pertimbangan apakah siklus II sudah sesuai dengan rencana yang telah dibuat atau masih perlu perbaikan-perbaikan.
d. Perbaikan

Jika berdasarkan hasil refleksi, belum mencapai tujuan penelitian maka, peneliti merencanakan dan melaksanakan tindakan siklus berikutnya serta memperbaiki kelemahan yang ada.

I. Indikator Ketercapaian Tujuan Penelitian
Indikator ketercapaian tujuan penelitian, dalam penelitian ini dinyatakan berhasil jika:
1)   Seluruh perlakuan model pembelajaran  Quantum Teaching pada pembelajaran PKn telah dilaksanakan dengan sistematis dan utuh.
2)   Terdapat peningkatan aktivitas belajar yang dicapai oleh siswa minimal 10 dari 13 siswa telah melaksanakan minimal 3 jenis aktivitas.
3)   Terdapat peningkatan hasil belajar yang dicapai oleh siswa minimal 10 dari 13 siswa.

Tabel 3.1 Jadwal Penelitian
No.
Mata Kegiatan
Bulan ke
I
II
III
IV
1
2
3
4
5
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
5
1.
Penetapan judul


















2.
Pembuatan proposal


















3.
Pembuatan instrumen


















4.
Validasi Instrumen


















5.
Seminar Desain Operasional


















6.
Revisi proposal


















7.
Pengumpulan data


















8.
Analisis data


















9.
Pembuatan draft laporan


















10.
Ujian skripsi


















11.
Pembuatan laporan akhir (Skripsi terbukukan)



















DAFTAR RUJUKAN


Abdurahman. 2003.  Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Akbar, Sa’dun. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Cipta Media Aksara.

Bestari, Prayoga. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan: Menjadi Warga Negara yang Baik 4: untuk Kelas IV Sekolah Dasar /Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

DePorter, Bobby. 1999. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Bandung: Kaifa.

DePorter, Bobby. 2010. Quantum Teaching: Mempraktikkan Quantum Learning di Ruang-ruang Kelas. Bandung: Kaifa.

Dimyati. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Engkoswara. 1984. Dasar-dasar Metodologi Pengajaran. Jakarta: PT. Bina Aksara.

Hamid, Moh. Sholeh. 2011. Metode Edutainment Menjadikan Siswa Kreatif dan Nyaman di Kelas. Yogyakarta: Diva Press.

Kasih, Irma Candra. 2011. Penerapan Model Quantum Teaching untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar PKn Siswa Kelas II SDN Purwodadi 2 Malang. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: Universitas Negeri Malang.

Kusumah, Wijaya dan Dwitagama, Dedi. 2010. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT. Indeks.

Muslich, Masnur. 2010. Melaksanakan PTK itu mudah (classroom action research) pedoman praktis bagi guru profesional. Jakarta: Bumi Aksara.

Rahmawati, Rizka. 2015. Penerapan Pendekatan Quantum Teaching untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Siswa Kelas IV Tema Cita-Citaku di SD Muhammadiyah 1 Babat. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: Universitas Negeri Malang.

Ruminiati. 2007. Pengembangan Pendidikan Kewarganegaraan SD. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.

Rusman. 2010. Model-model Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Sardiman A.M. 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Press.

Sarjuli, dkk. 2009. Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif / Melvin L. Silberman. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani.

Sudjana, Nana. 2012. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Sutikno, M. Sobry. 2013. Belajar dan Pembelajaran. Lombok: Holistica.

Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1990. Kabus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Tim Penyusun. 2010. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah: Skripsi, Tesis, Disertasi, Artikel, Makalah, Tugas Akhir, Laporan Penelitian Edisi Kelima. Malang: Universitas Negeri Malang.

Tumardi dan Sopingi. 2013. Teori Belajar Pembelajaran. Malang: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.

Winataputra, Udin S. 2008. Pembelajaran PKn di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.